Donate Today! Click Here!

Yuk Bantu Sesama!

PDF
Cetak
E-mail
Jumat, 01 Mei 2009 05:18

Tak lupa, Luri mengajak mereka yang berpunya untuk menyisihkan rezekinya bagi anak-anak penderita penyakit kronis dari keluarga tidak mampu.

"Saya bersyukur bisa tampil dalam sebuah konser amal. Saya mengajak kepada masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki, untuk menyumbang guna membantu anak-anak yang menderita. Semoga uluran tangan kita semua membuat anak-anak itu kembali ceria," kata dara bernama lengkap Luri Dini Ayu Salfitri, kepada BPost, malam tadi.

Luri mengajak penonton untuk membantu saudara yang kurang mampu lewat tembang Mengejar Matahari yang dipopulerkan Ari Lasso.

"Tembang ini bagi aku tak sekadar barisan tembang semata, tetapi memiliki banyak makna yang mendalam. Kita semua diciptakan untuk mengejar matahari," kata Luri.

Lagu lain yang akan dilantunkannya adalah Di Sekitar Kita milik Krakatau. "Ini juga menunjukkan kalau fenomena di sekitar kita banyak orang yang kurang mampu dan perlu dibantu," papar Luri lagi.

Tak kalah semangatnya, Bojes AFI. Remaja digandrungi cewek-cewek ini pun telah menyiapkan lagu khusus dalam konser amal nanti. Lagu itu diciptakan dua hari lalu. Judulnya Do The Best For To Day. "Lagu ini aku ciptakan untuk memberikan semangat kepada yang mendengarnya untuk menghargai sekaligus membantu orang lain yang membutuhkan," kata Bojes.

Baginya, tembangnya itu tercipta setelah dirinya melakukan perenungan. "Lagu ini akan aku bawakan bersama tembang Dewa Hidup Penuh Perjuangan. Harapan aku sih yang mendengarkan bisa terketuk hatinya," tambahnya.

Yongki AFI tak ketinggalan. Dia yang sehari-hari mengabdi sebagai dokter di sebuah Puskesmas di Kabupaten Barito Kuala ini bakal membantu sesama lewat tembangnya, bukan alat suntik.

"Sebelumnya aku pernah ikut konser amal di Lampung saat gempa Jogja untuk mencari dana bagi masyarakat yang terkena bencana," kata alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ini.

"Ya paling tidak, aku bisa membantu sesama melalui acara hiburan," tambah pemeran dokter dalam Sinetron Aku Memang Untukmu ini.

Rizwar AFI juga akan tampil dalam malam amal tersebut. Bahkan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin siap berduet dengan Ebiet G Ade untuk menghibur sekaligus melelang lagu.

MALAM konser amal Yayasan Suaka Ananda BPost benar-benar menjadi malam penuh makna. Terlebih bagi Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin.

Tembang berjudul Untuk Kita Renungkan yang dinyanyikan Rudy bersama Ebiet G Ade laku terjual Rp511.450.000 dalam sebuah lelang ala Amerika yang dipandu Mang Hadi, Cut Memey dan Agus.

"Malam ini saya benar-benar bahagia. Selain kita bisa menyumbang untuk amal, kebetulan anak saya, Aditya Mufti lulus dari Fakultas Hukum Unlam," kata Rudy disambut tepuk tangan ratusan hadirin yang memenuhi Shinta International Restaurant.

Sederet nama kondang mengacungkan jari, menyebut nominal rupiah ketika pemandu lelang menawarkan lagu itu. Hadirin dibuat tercengang ketika dua pengusaha Banjarmasin, Adi Suryadewa dan Indra Halim, bergantian menyebut nilai untuk "membeli" lagu Rudy itu.

Akhirnya, Adi Suryadewa menyebut angka Rp175 juta dan Indra Halim berhenti diangka Rp150 juta. Adi berhak atas sebuah korek Saint Dupont dari Gubernur Rudy Ariffin. Keduanya kemudian berkesempatan foto bersama Rudy dan Ebiet.

"Korek inilah yang membawa saya menjadi seorang gubernur. Korek ini saya beli di Malaysia," kata Rudy ketika menyerahkan benda itu kepada Adi. Tepuk tangan pun membahana.

Mendengar pernyataan Rudy itu, Adi yang tinggal di Jalan A Yani Kilometer 2 Banjarmasin pun berseloroh juga ingin menjadi gubernur. "Jadi kalau korek ini saya miliki, bisa juga saya jadi gubernur," katanya seraya tertawa.

Adi rela merogoh koceknya hingga Rp175 juta karena merasa terpanggil untuk membantu sesama. "Kami berharap apa yang kami sumbangkan bisa meringankan beban orang lain yang kurang mampu. Dan saya percaya reputasi Yayasan Suaka Ananda BPost sehingga kami tertarik untuk menyalurkannya lewat yayasan ini," kata Adi.

Senada disampaikan Indra Halim. Dia mengaku selalu terpanggil untuk membantu sesama. Setiap kali ada yang memerlukan, dia ringan tangan untuk menyumbang.

"Saya memang sering menyumbang, mulai dari gempa Jogja hingga sekarang. Menyumbang itu sebenarnya tergantung kerelaan dan keikhlasan kita," kata Indra.

Dia berharap, sumbangannya bisa membantu anak-anak cacat yang miskin sehingga masa depan mereka lebih cerah sebagaimana anak lainnya yang normal.

Sebelumnya, dilakukan lelang jaket milik Ebiet G Ade. Lelang ini berlangsung seru, karena siapa yang tertinggi menawar, berhak atas barang itu. Pemenang lelang jaket plus honor Ebiet menghasilkan angka Rp36.100.000. Jaket kulit yang nilainya tertinggi diraih pengusaha asal Pangkalan Bun, Kalteng, H Abdullah.

Dalam konser amal malam tadi, selain dihadiri Gubernur Rudy Ariffin dan Ny Hayatun Fardah RA, juga Wagub Rosehan NB dan Ny Aida Muslimah, Walikota Banjarmasin Yudhi Wahyuni, Bupati Balangan Seffek Effendi, Bupati Tanah Laut Adriansyah, Bupati Hulu Sungai Utara Fakhrudin, Bupati Tapin Idis Nurdin Halidi dan pejabat lainnya. Hadir pula sejumlah pejabat dari Kalimantan Tengah.

Rizwar AFI tampil pertama. Urang Banjar yang sukses di Jakarta ini melantunkan dua tembang, disusul penampilan Yongki AFI. Dokter di Rumah Sakit Tamban ini sengaja membawa dua pasien yang ditangani yayasan, yakni Jamaludin dan Dewi.

Lagu-lagu yang mereka bawakan mampu menghangatkan suasana hingga akhirnya Luri AFI tampil di atas panggung. Dua lagu yang dilantunkan gadis asal Surabaya ini mampu membuat goyang sebagian besar yang hadir.

Barulah maestro balada, Ebiet G Ade tampil. Lagu Titip Rindu Buat Ayah, Camelia dan beberapa tembang miliknya meluncur. Usai tampil bersama Gubernur Rudy Ariffin, Ebiet kemudian duet dengan Wagub Rosehan NB melantunkan tembang Berita Kepada Kawan. Konser malam amal ditutup dengan penampilan Bojes AFI dan all artist. *

Isi Komentar

Show/Hide Comment form