Donate Today! Click Here!

Uluran Sayang Seorang Puteri

PDF
Cetak
E-mail
Jumat, 01 Mei 2009 05:08

Nanda tidak sendirian. Dia ditemani artis kawakan Alicia Djohar, Ny Aida Muslimah Rosehan NB, Ny Emmy Marliani Yudhi Wahyuni, pakar kecantikan Lilik Liana, Ketua Yayasan Suaka Ananda BPost dr Dharma PTR Maulegha, dr Ali Assegaf, dan keluarga besar Banjarmasin Post.

Ananda dielu-elukan ibu-ibu di RSUD Ulin BanjarmasinSelama di ruang rawat anak Flamboyan RSUD Ulin, Nanda terus menatap Sa'idah. Tatapan penuh keprihatinan terhadap penderitaan Sa'idah. Dia hanya bisa berdoa dan berdoa demi kesembuhan bocah berusia tujuh tahun, asal Ambahiang Awayan, Kabupaten Balangan itu.

Nanda kemudian mencoba mengajak bicara pasangan Hamsi dan Siti Maimunah. Tapi luka bakar yang merekatkan leher dengan dagunya, membuat Sa'idah tak mampu menyahut.

"Aduh kenapa bisa seperti ini. Kasihan benar, adik ini kok sampai begini. Yang tabah ya dik, semoga nanti bisa sembuh dan pulih seperti anak lainnya. Apalagi kan mau dioperasi dokter ahli," katanya mencoba menghibur. Nanda mencoba mengelusnya.

Keheranan Nanda semakin memuncak ketika dalam ruangan berukuran 5x5 meter itu diisi delapan pasien anak yang memiliki kelainan. Seperti tidak punya anus, bibir sumbing, maupun kelainan pada wajah.

Melihat kenyataan demikian, Nanda mengaku merasa terpanggil untuk ikut berkiprah dalam dunia kesehatan, khususnya bagi anak-anak yang memiliki masa depan lebih panjang. Dia berjanji akan membantu Yayasan Suaka Ananda BPost dalam penggalangan dana untuk pengobatan anak dari keluarga tidak mampu.

Cantik-Pintar
Nanda memang layak jadi seorang Puteri Indonesia. Cantik, pintar dan penuh sopan-santun. Itu tergambar jelas saat Nanda menyambut ajakan para ibu yang berada di rumah sakit dan perawat untuk sekadar bersalaman, berpelukan, berciuman, dan foto bersama.

Dara kelahiran Banjarmasin, 3 Juni 2004 ini benar-benar menjadi bintang. Menjadi pusat perhatian. Bahkan sejumlah anak muda berlari mengambil handycam demi mengabadikan kunjungan mendadak Nanda di rumah sakit itu.

Orang begitu mudah mengenal Nanda. Selempang Puteri Indonesia mempermudah pengenalan itu. Senyum atau sekadar say hello selalu dilakukan Nanda.

Nanda juga berkesempatan melihat-lihat sekretariat Yayasan Suaka Ananda BPost di lantai lima rumah sakit tersebut. Dia tampak gembira dan menikmati perjalanan sosialnya.

Sebelum diboyong ke rumah sakit, Nanda menyapa keluarga besar Banjarmasin Post di Gedung Djok Mentaja, Jalan AS Musyaffa 16 Banjarmasin. Nanda diterima Pemimpin Redaksi Pramono BS dan jajarannya.

Upacara sederhana namun penuh makna, membuat Nanda merasa semakin dekat dengan koran tertua dan terbesar di Kalimantan ini. Bagi Pramono, Nanda bukanlah sosok yang asing. Maklum, dia pernah reporter tamu di Banjarmasin Post. "Jujur saja, menjadi reporter tamu di BPost adalah salah satu langkah untuk menjadi seorang Puteri Indonesia," kata Nanda disambut tepuk tangan meriah.

Nanda kemudian berbagi sedikit pengalaman selama dikarantina. Saat itu, dia jarang difoto, karena jatah duduknya di bagian belakang. Tiba-tiba fotografer Banjarmasin Post muncul dan mengambil gambarnya. "Alhamdulillah, akhirnya ada jua yang memotoiku. Terima kasih Banjarmasin Post," katanya dengan penuh canda. *

 

Isi Komentar

Show/Hide Comment form