Donate Today! Click Here!

Kisah Cinta Juni Rif'at

PDF
Cetak
E-mail
Sabtu, 20 Juni 2009 01:51

DISERTAI lebatnya hujan yang mengguyur dan kencangnya angin yang berhembus di Kota Banjarmasin malam itu, Allah SWT menganugerahi aku dan istri satu harta tak ternilai untuk kehidupan kami.



Ya, M Rizqi Ade Erfani, putra pertama kami lahir pada 26 Desember 1984, 2 tahun setelah kami berjanji setia, mengikatkan diri dalam satu bahtera rumah tangga. Mengenang saat-saat itu, kelahirannya begitu ditunggu-tunggu. Ade, nama panggilannya, adalah cucu pertama baik bagi kedua orang tuaku maupun bagi orang tua istriku. Jadi, wajar bila keinginan mereka memiliki dan menimang cucu sendiri terasa membuncah.

Semenjak kelahiran Ade, kehidupan kami semakin berwarna. Ada asa tertumpah, banyak cita terlontar. Pas dengan lirik lagu `Timang timang' yang pernah dipopulerkan pasangan Anang dan Krisdayanti

Timang-timang anakku sayang
Jangan menangis bapak disini
Timang-timang anakku sayang
Jangan menangis bunda bernyanyi

Bila kelak engkau dewasa
Sayangi saudara sayangi sesama
Dengan cinta

Jujur lakumu jujur ucapmu
Menjalani hidup
Cantik jiwamu cantik parasmu
Kala engkau tersenyum

Doa kami sertakan
Temani dirimu menjalani hidup
Oh, anakku

 
Kebahagiaan kami rasakan bertambah saat 4 tahun kemudian anak kedua kami lahir di waktu azan Subuh Hari Raya Idul Adha. Bayi berjenis kelamin perempuan yang diberi nama Ayu Permata Sari keluar dari rahim ibunya pada 24 Juli 1988 dengan berat 3,5 kg dan panjang 50 cm. Namanya menyiratkan doa. Doa agar Ayu, panggilannya, memiliki dan memancarkan budi pekerti yang agung serta menjadi permata dan pembawa kebahagiaan bagi keluarga.

Kehadiran Ade dan Ayu membuat hidup kami makin fokus. Bekerja, mencari uang untuk membesarkan mereka berdua. Ade dan Ayu adalah titipan Tuhan Yang Maha Esa. Mereka adalah amanah besar yang telah dipercayakan oleh-Nya untuk kami jaga, pelihara dan didik sebaik-baiknya agar menjadi anak-anak yang bermanfaat buat semua serta selamat dunia dan akhirat. Teringat firman Allah SWT (At-Tahrim:6): 'Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka'. (Kisah selanjutnya ada di buku Tersenyumlah Nak)
 

Isi Komentar

Show/Hide Comment form