Donate Today! Click Here!

Goresan Rudy Cikal Bakal Rumah Lanting

PDF
Cetak
E-mail
Jumat, 01 Mei 2009 05:24

Goresan tangan Rudy tersebut menandai dibukanya Pameran Lukisan (Galeri Sepekan) Yayasan Suaka Ananda BPos di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Senin (18/6). Event memperingati HUT pertama yayasan peduli anak yang dipimpin Dr Dharma PTR Meulegha itu berlangsung hingga 24 Juni mendatang.

Rudy mengakui bukan ahlinya dalam corat-coret di atas kanvas. Bahkan ia mengaku goresan tangannya itu murni spontan atau tidak ada makna apapun. Tak terbesit dibenaknya, goresan itu nantinya bakal menjadi sebuah lukisan yang utuh.

"Saya hanya memulai. Selanjutnya pelukis akan mengapresiasi, melihat dari coretan awal itu. Silakan mau jadi lukisan apa, karena lukisan itukan ekspresi dari pelukis yang dituangkan ke dalam kanvas," ujarnya.

Memang goresan tangan gubernur itu hanya sebagai awal sebuah lukisan di selembar kanvas. Meski belum tahu bakal menjadi lukisan seperti apa, Rudy yakin goresan tangannya itu bakal disulap para ahlinya menjadi sebuah lukisan utuh yang indah dan menarik.

"Entah jadinya lanscape atau apa, kita serahkan sepenuhnya kepada pelukis asli. Kita tidak memberi arti apa-apa dulu. Tunggu saja jadinya nanti seperti apa, tapi pasti bagus karena mereka kan ahlinya," ujarnya enteng.

Ya, goresan tangan Rudy itu bakal dilanjutkan para pelukis yang mengikuti pameran tersebut. Uniknya, tidak hanya satu orang yang bakal menyelesaikannya. Lima orang pelukis siap berkolaborasi meneruskan coretan tanpa makna itu menjadi sebuah lukisan indah.

Mereka terdiri dari, tiga orang pelukis asal Kalsel M Yusran atau dikenal Nanang M Yus, Aswin Noor, dan Sulistiono. Kemudian seorang pelukis asal Jogja, Sumadi dan seorang lagi pelukis asal Solo, Tyok Setyono.

"Kita akan bagi tugas siapa yang berikan aksentuasinya (sentuhan yang menonjol), siapa yang membuat sket. Pokoknya ini bakal menjadi karya kolaborasi yang hebat," ujar Nanang M Yus.

Lalu kira-kira bakal menjadi lukisan apa goresan tangan orang nomor di Kalsel itu?

"Kalau melihat goresan tangan Pak Gubernur itukan berbentuk segitiga, kami akan membuatnya menjadi sebuah rumah. Tapi kita padukan dengan ciri khas Banjarmasin sebagai kota air. Jadi itu nantinya rumah di atas sungai atau rumah lanting," ujar Nanang M Yus.

Tema keseluruhan lukisan itu nantinya adalah floating life (kehidupan di atas air). Sehingga tidak hanya rumah lanting tetapi juga lengkap dengan aktifitas warga yang penghuni rumah apung tersebut.

Lukisan itu nantinya sebagai gambaran kehidupan warga Kalsel khususnya warga Kota Banjarmasin yang begitu dekat dengan sungai. Segala aktifitas mereka seakan tidak lepas dari fungsi sungai yang menjadi nadi kehidupan warga banjar.

Nanang mengatakan, pelukis yang akan berkolaborasi tersebut tidak akan menghilangkan setuhan awal di atas kanvas. Menurutnya goresan itu menjadi cikal bakal dan tetap akan terlihat bahwa itu buah karya Gubernur Rudy Ariffin meskipun lukisan sudah jadi.

Mengingat pameran hanya berlangsung sepekan, sementara lukisan itu harus ikut dipajang dalam pameran, maka para pelukis harus kerja ekstra cepat. Mereka menargetkan, lukisan kelar dalam dua hari.

"Karena harus cepat maka akan kita garap gaya ekspresionis. Kalau realis itukan harus detil, jadi perlu waktu lama sampai hitungan bulan," ujarnya yang mengaku bangga terlibat dalam tim.

Bagi para seniman lukis sendiri, event Galeri Sepekan Yayasan Suaka Ananda BPos itu suatu penghargaan yang sangat tinggi terhadap para seniman. Perhatian pemerintah kali ini yang begitu besar mampu membangkitkan kembali semangat mereka.

Antusias pengunjung pun tak kalah heboh. Baru dibuka, beberapa lukisan yang dipajang langsung terjual. *
 

Isi Komentar

Show/Hide Comment form