Donate Today! Click Here!

Ebiet Meriahkan HUT Pertama

PDF
Cetak
E-mail
Sabtu, 20 Juni 2009 01:54

JUNI 2007. Malam konser amal Yayasan Suaka Ananda BPos benar-benar menjadi malam penuh makna. Terlebih bagi Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin.



Tembang berjudul Untuk Kita Renungkan yang dinyanyikan Rudy bersama Ebiet G Ade laku terjual Rp 511.450.000 dalam sebuah lelang ala Amerika yang dipandu Mang Hadi, Cut Memey dan Agus.

"Malam ini saya benar-benar bahagia. Selain kita bisa menyumbang untuk amal, kebetulan anak saya, Aditya Mufti lulus dari Fakultas Hukum Unlam," kata Rudy disambut tepuk tangan ratusan hadirin yang memenuhi Shinta International Restaurant.

Sederet nama kondang mengacungkan jari, menyebut nominal rupiah ketika pemandu lelang menawarkan lagu itu. Hadirin dibuat tercengang ketika dua pengusaha Banjarmasin, Adi Suryadewa dan Indra Halim, bergantian menyebut nilai untuk 'membeli' lagu Rudy itu.

Akhirnya, Adi Suryadewa menyebut angka Rp 175 juta dan Indra Halim berhenti diangka Rp 150 juta. Adi berhak atas sebuah korek Saint Dupont dari Gubernur Rudy Ariffin. Keduanya kemudian berkesempatan foto bersama Rudy dan Ebiet.

"Korek inilah yang membawa saya menjadi seorang gubernur. Korek ini saya beli di Malaysia," kata Rudy ketika menyerahkan benda itu kepada Adi. Tepuk tangan pun membahana.

Mendengar pernyataan Rudy itu, Adi yang tinggal di Jalan A Yani Kilometer 2 Banjarmasin pun berseloroh juga ingin menjadi gubernur. "Jadi kalau korek ini saya miliki, bisa juga saya jadi gubernur," katanya seraya tertawa.

Adi rela merogoh koceknya hingga Rp175 juta karena merasa terpanggil untuk membantu sesama. "Kami berharap apa yang kami sumbangkan bisa meringankan beban orang lain yang kurang mampu. Dan saya percaya reputasi Yayasan Suaka Ananda BPos sehingga kami tertarik untuk menyalurkannya lewat yayasan ini," kata Adi.

Senada disampaikan Indra Halim. Dia mengaku selalu terpanggil untuk membantu sesama. Setiap kali ada yang memerlukan, dia ringan tangan untuk menyumbang.

"Saya memang sering menyumbang, mulai dari gempa Jogja hingga sekarang. Menyumbang itu sebenarnya tergantung kerelaan dan keikhlasan kita," kata Indra.

Dia berharap, sumbangannya bisa membantu anak-anak cacat yang miskin sehingga masa depan mereka lebih cerah sebagaimana anak lainnya yang normal.

Sebelumnya, dilakukan lelang jaket milik Ebiet G Ade. Lelang ini berlangsung seru, karena siapa yang tertinggi menawar, berhak atas barang itu. Pemenang lelang jaket plus honor Ebiet menghasilkan angka Rp36.100.000. Jaket kulit yang nilainya tertinggi diraih pengusaha asal Pangkalan Bun, Kalteng, H Abdullah.

Dalam konser amal malam tadi, selain dihadiri Gubernur Rudy Ariffin dan Ny Hayatun Fardah RA, juga Wagub Rosehan NB dan Ny Aida Muslimah, Walikota Banjarmasin Yudhi Wahyuni, Bupati Balangan Seffek Effendi, Bupati Tanah Laut Adriansyah, Bupati Hulu Sungai Utara Fakhrudin, Bupati Tapin Idis Nurdin Halidi dan pejabat lainnya. Hadir pula sejumlah pejabat dari Kalimantan Tengah.

Rizwar AFI tampil pertama. Urang Banjar yang sukses di Jakarta ini melantunkan dua tembang, disusul penampilan Yongki AFI. Dokter di Rumah Sakit Tamban ini sengaja membawa dua pasien yang ditangani yayasan, yakni Jamaludin dan Dewi.

Lagu-lagu yang mereka bawakan mampu menghangatkan suasana hingga akhirnya Luri AFI tampil di atas panggung. Dua lagu yang dilantunkan gadis asal Surabaya ini mampu membuat goyang sebagian besar yang hadir.

Barulah maestro balada, Ebiet G Ade tampil. Lagu Titip Rindu Buat Ayah, Camelia dan beberapa tembang miliknya meluncur. Usai tampil bersama Gubernur Rudy Ariffin, Ebiet kemudian duet dengan Wagub Rosehan NB melantunkan tembang Berita Kepada Kawan. Konser malam amal ditutup dengan penampilan Bojes AFI dan all artist.

Isi Komentar

Show/Hide Comment form