Donate Today! Click Here!

Boyongan dari Tanbu untuk Dioperasi

PDF
Cetak
E-mail
Rabu, 05 Agustus 2009 20:43

PULUHAN anak ditemani ibu dan kerabat mendatangi sekretariat Yayasan Suaka Ananda Bpos lantai V RSUD Ulin, Selasa (28/7). Kedatangan anak-anak itu untuk menjalani pemeriksaa awal operasi gratis bibir sumbing yang digelar Yayasan Suaka Ananda bekerja sama dengan PT Arutmin Indonesia didukung RSUD Ulin Banjarmasin.


"Ternyata anak kecil juga bisa dioperasi," ujar Aminah (47), saat mengantar cucunya, Ridho, berusia empat tahun yang ikut program operasi gratis.

Orangtua Ridho tidak mempunyai penghasilan yang tetap. Bapaknya, Sugiannor, buruh tani, sehingga baru setelah ada program operasi gratis mereka bisa membawa Ridho mengobati bibirnya yang sumbing.

"Sangat terbantu dengan adanya operasi gratis seperti ini, mudah-mudahan cucu saya bisa sembuh dan normal. Rencananya operasi Jumat nanti," kata Amninah.

Ketua Yayasan Suaka Ananda BPos, dr Dharma PTR Maugleha, mengatakan peserta operasi bibir lebih 100 orang, baik yang mendaftar di yayasan maupun lewat Arutmin.

"Antara lain penderita bibir sumbing, cacat pada langit-langit sehingga kesulitan berbicara. Dokter yang menangani terdiri atas dokter bedah plastik, dokter saraf dan THT," katanya.

Dia mengatakan, para pasien setelah dioperasi tetap mendapatkan perawatan. Kalau perlu diinapkan. "Peserta operasi didominasi bibir sumbing. Kita menargetkan anak-anak Banua bebas dari kelainan bibir," ujarnya.

Menurut Dharma, umumnya pasien yang akan menjalani operasi bibir sumbing usianya sudah lewat, rata-rata di atas satu tahun. Padahal, usia tiga bulan pun bisa, asalkan berat badan seimbang.

"Operasi dilaksanakan Jumat 31 Juli hingga Minggu 2 Agustus 2009. Tempatnya di ruang Antasari RSUD Ulin," katanya.

Tiga Kabupaten
Sementara itu, puluhan anak dan remaja dari tiga kabupaten yang akan mengikuti operasi bibir sumbing di RSUD Ulin Banjarmasin, kemarin dilepas di Rumah Sakit Amanah Husada Batulicin, Tanahbumbu.

Mereka diberangkat menuju Banjarmasin difasilitasi PT Arutmin Indonesia, termasuk penginapan. Begitu pula keluarga yang mendampingi ditanggung oleh perusahaan tambang batu bara itu.

Menurut Bagian Pemberdayaan Masyarakat PT Arutmin Indonesia, Edy Noordayanto, para pasien tersebut berasal dari kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tanbu dan Kabupaten Tanahlaut.

Hadir dalam acara pelepasan tersebut Asisten III Pemkab Tanbu, Saidi Elmy, dan kepala Dinas Kesehatan Tanahbumbu. (*)
 

 

Isi Komentar

Show/Hide Comment form