Donate Today! Click Here!

Bintang KDI Berbagi Kasih

PDF
Cetak
E-mail
Jumat, 01 Mei 2009 05:21

"Aku tak kuasa melihat penderitaan mereka. Semoga mereka lekas sembuh," ucap Dara di sela-sela tangisnya.

Kemarin, Dara boleh dibilang menjadi bintang di antara bintang-bintang KDI yang membesuk pasien yang ditangani Yayasan Suaka Ananda BPost. Dia benar-benar mendapat sambutan hangat.

Sebanyak 17 bintang KDI yang bakal tampil Sabtu malam Minggu di lapangan Kayu Tangi dalam gelaran KDI Superstar, mampir ke rumah sakit terbesar di Kalimantan itu usai mengunjungi markas Banjarmasin Post Group.

Ruang rawat inap Flamboyan yang sempit, menjadi penuh sesak para bintang itu. Terlebih keluarga pasien yang tahu bahwa mereka ada bintang-bintang KDI, ikut pula menjejali ruangan.

Mereka menyapa Halimatus Sa'idah, pasien luka bakar di wajah yang akan menjalani operasi. Tanpa sungkan, para bintang KDI seperti Shoma, Citra, Adi, Rames, menyapa dan mengelus pasien asal Balangan ini.

Masih di dalam ruang itu, dirawat seorang pasien bayi enam bulan bernama Arifky. Bayi ini usai menjalani operasi pembuatan anus. Ahli bedah anak yang juga pengurus Yayasan Suaka Ananda BPost, dr Herry Purwosusanto memberi penjelasan kepada para bintang KDI itu. Ikut mendampingi pengurus yayasan lainnya, Ny Aida Muslimah Rosehan.

"Syukur ya Pak, sekarang si kecil sudah dioperasi dan memiliki anus. Walaupun buatan manusia sendiri, yang penting dia bisa buang air dengan normal," hibur Citra, bintang KDI asal Banjarmasin kepada ayah Arifky.

Tak jauh dari tempat tidur Arifky, tergolek Ahmad Uliani, bayi berusia tiga bulan yang menderita hydrochepalus. Tak pelak, bayi itu mengundang haru para bintang itu.

Beberapa di antara mereka yang tidak kuat menahan haru, keluar ruangan. Mereka rata-rata menyatakan keprihatinannya. Hanya doa dan doa yang ia berikan kepada para pasien anak itu.

Sekitar 15 menit berada di ruang perawatan anak, rombongan kemudian dibawa dr Herry menuju ICU (intensive care unit). Di sini lagi-lagi para bintang itu terhenyak melihat kondisi pasien anak yang sedang menjalani perawatan intensif.

Dara yang semula tak kuasa menahan tangis di ruang Flamboyan, mencoba menyapa seorang pasien, Ahmad Sabirin, bocah empat tahun asal Padang Luas, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut yang tergoleh lemah tak sadarkan diri.

"Bu, kenapa ini anaknya?," sapanya kepada orangtua si bocah, Masitah. Sapaan itu membuat Masitah menjerit dan memeluk Dara sambil menceritakan bahwa buah hatinya itu adalah korban kecelakaan di jalan.

Dara sebenarnya mencoba menenangkan hati Masitah, namun justru dia juga ikut hanyut dalam kesedihan. Dua orang yang baru kenal ini terus berpelukan hingga akhirnya, Dara pamit dengan mata sembab.

Para bintang KDI kemudian keluar ruangan. Dan ternyata di luar, para bintang sudah ditunggu banyak penggemar. Tanpa dikomando, pengunjung rumah sakit berebut untuk bersalaman, berpelukan dan foto bareng.

Semua dilayani dengan baik. Banyak para ibu yang tidak puas hanya sekedar salaman. Entah berapa ibu yang harus dilayani Dara untuk cipika-cipiki (cium pipi kanan-kiri).

Lambaian tangan ratusan penggemar yang berjejal di pintu masuk rumah sakit dibalas para bintang dari dalam bus. Turut melepas bintang KDI adalah, dr Hery Poerwosusanto SpB SpBA, Deputi GM Telkom Kalsel Suhardiman Ismail, dan Pemimpin Perusahaan Banjarmasin Post Group Wahyu Indriyanta. *

Isi Komentar

Show/Hide Comment form